Laporan Praktikum Fisika Tentang Ayunan Sederhana dan Pegas

AYUNAN SEDERHANA DAN PEGAS

XII IPA 1

Kelompok :

Delis Fatimah

Neng Intan Rs

Selly Sahara Hsb

SMA NEGERI 1 PARUNGKUDA

Tahun Ajaran 2011-2012

      I.            Judul

Ayunan Sederhana

   II.            Tujuan Praktikum

Untuk menentukan percepatan gravitasi

  1. III.            Alat dan Bahan

-          Statif

-          Beban

-          Benang

-          Stopwatch

-          Penggaris

IV.    Teori Singkat

Ayunan sederhana terdiri dari tali yang digantung dan di beri beban. Tali tersebut di ayunkan dengan simpangan A-B-C-B-A , yang di sebut dengan satu getaran.

Waktu yang di perlukan untuk melakukan satu getaran disebut periode. Karena dalam praktek ini dilakukan sepuluh kali getaran, maka periodenya dihitung dengan rumus T= t/n , dimana T adalah periode, t adalah waktu yang di perlukan untuk banyaknya getaran, n adalah banyaknya getaran yang terjadi.

Lalu dalam praktek ini pun percepatan gravitasi berperan penting karena untuk membandingkan nilai percepatan gravitasi berdasarkan praktek dan percepatan gravitasi literatur. Hal ini untuk memperoleh kesalahan relative dari hasil hitung percobaan. Untuk memeperoleh percepatan gravitasi hasil praktek, dihitung dengan rumus T= 2π√l/g, dimana T adalah periode, l adalah panjang tali dan g adalah percepatan gravitasi yang akan dicari.

  1. V.                  Langkah Kerja

-          Ikat benang pada bandul dan ikat satu ujungnya pada statif hingga panjang benang antara bandul dan statif adalah 20 cm.

-          Ayunkan bandul perlahan

-          Setelah stabil, hitung waktu ( dengan menggunakan stopwatch ) yang diperlikan untuk 10 ayunan

-          Catat waktunya pada tabel

-          Ulangi dengan menambahkan ukuran benang sepanjang 30 cm, 40 cm, 50 cm , 60 cm .

-          Hitung percepatan periode setiap ayunan

-          Hitumng percepatan gravitasi setiap ayunan lalu rata-ratakan percepatan gravitasi kelima hasil percobaan dan bandingkan dengan  percepatan gravitasi literatur dengan menghitung persentase kesalahan.

  1. VI.           Tabel Hasil Pengamatan
No Panjang Tali(m) Waktu(t)(10 get)s Periode (T ) Gravitasi (g)

1

0,2

10,19

1,02

7,58

2

0,3

11,03

1,10

9,78

3

0,4

12,36

1,24

10,26

4

0,5

13,92

1,39

10,21

5

0,6

15,24

1,52

10,24

                                                                       Jumlah     :

48,07

                                                                       Rata-rata  :

9,614

  • Kesalahan Relatif        : 9,614/9,8 = 0,98
  • Persentase Kebenaran : 0.98 x  100% = 98%
  1. VII.          Lampiran Hitungan

Terlampir

  1. VIII.      Pembahasan dan Kesimpulan

                        Pembahasan

Berdasarkan tabel hasil pengamatan, diperoleh bahwa semakin panjang tali yang digunakan, maka waktu yang diperlukan untuk 10 getaran pun semakin besar sehingga ayunan pun bergetar semakin lambat. Diantaranya adalah :

  1. Pada percobaan pertama, panjang tali yang digunakan adalah 20 cm atau 0,2 m. waktu yang diperlukan untuk melakukan 10 getaran adalah 10,19 s. Lalu periodenya adalah 1,02 s ( dengan pembulatan dua desimal). Periode tersebut dihitung dengan rumus T= t ∕ n . Setelah itu hitung percepatan gravitasinya dengan rumus  T= 2π√l/g, sehingga didapat nilai percepatan gravitasinya adalah 7,58 m/s2  ( dengan pembulatan dua desimal).
  2. Pada percobaan kedua, panjang tali yang digunakan adalah 30 cm. Waktu yang diperlukan untuk melakukan 10 getaran adalah 11,03 s, sehingga periodenya adalah 1,10 s 58 ( dengan pembulatan dua desimal). Percepatan grtvitasinya adalah 9,78 m/s2   ( dengan pembulatan dua desimal).
  3. Percobaan menggunakan tali yang panjangnya 40 cm. Waktu yang digunakan untuk melakukan 10 getaran adalah 12,36 s, sehingga periodenya adalah 1,24 s( dengan pembulatan dua desimal).. Percepatan gravitasinya adalah 10,26 m/s2   ( dengan pembulatan dua desimal).
  4. Percobaan keempat menggunakan tali yang panjangnya 5 cm. Waktu yang digunakan untuk melakukan 10 getaran adalah 13,92 s( dengan pembulatan dua desimal). Periodenya adalah 1,39 s ( dengan pembulatan dua desimal). Percepatan gravitasinya adalah 10,21 m/s2   ( dengan pembulatan dua desimal).
  5. Percobaan kelima mengguhnakan tali yang panjangnya adalah 60 cm. Waktu yang diperlukan untuk melakukan 10 getaran adalah 15,24 s( dengan pembulatan dua desimal).Periode yang diperoleh dari hasil yang dihitung adalah 1,52 s ( dengan pembulatan dua desimal). Sehingga percepatan gravitasinya adalah 10,24 m/s2   ( dengan pembulatan dua desimal).

Percepatan gravitasi hasil percobaan dirata-ratakan, sehingga didapat nilainya yaitu 9,614 m/s2  . Untuk mengetahui nilai kesalahan relative yaitu dengan menggunakan rumus   . Ternyata kesalahan relatifnya adalah 0,98. Ini berarti nilai percepatan gravitasi berdasarkan hitungan hasil percobaan beda tipis dengan percepatan gravitasi literatur. Jika dihitung nilai persentase kebenarannya yaitu 98%, yang membuktikan bahwa nilai percepatan gravitasi hasul hitungan hasil percobaan mendekati sama dengan nilai percepatan gravitasi literatur.

Kesimpulan

            Dari pembahasan mengenai ayunan sederhana, dapat diketahui bahwa yang mempengaruhi besarnya periode adalah waktu per banyaknya getaran. Semakin panjang tali yang digunakan, ayunan bergetar semakin lambat karena waktu yang diperlukan pun semakin besar. Kesalahan relative nilainya mendekati 0,98, nilai percepatan gravitasi berdasarkan hitungan hasil percobaan beda tipis dengan percepatan gravitasi literatur. Jika dihitung nilai persentase kebenarannya yaitu 98%, yang membuktikan bahwa nilai percepatan gravitasi hasul hitungan hasil percobaan mendekati sama dengan nilai percepatan gravitasi literature.

 

 

 

  1.       I.            Judul

Pegas

  1.    II.            Tujuan

Menentukan Periode

  1. III.            Alat dan Bahan

-          Statif

-          Beban

-          Pegas

-          Stopwatch

-          Penggaris

IV.     Teori Singkat

Pegas merupakan benda elastis yang jika diberi beban akan mengalami pertsambahan panjang karena ujungnya tertarik oleh beban . jika beban tersebut ditarik maka beban akan bergerak bolak-balik atau disebut dengan getaran. waktu yang diperlukan beban untu bergerak naik turun disebut periode. Dalam percobaan ini yang dihitung adalah waktu yang diperlukan untuk sepuluh getaran. Maka untuk mencari periodenya adalah T= t/n.Sedangkan pegas ini diberi beban dan mengalami pertambahan panjang, sehingga untuk mencari nilai periode yang di pengaruhi oleh massa dan pertambahan panjang (Δx) adalah dengan menggunakan rumus T=2π√m/k, dimana k adalah konstanta pegas yang nilainya diperoleh dari m . g = k . Δx.

V.Langkah Kerja

-          Gantungkan pegas pada statif

-          Ukur panjang pegas sebelum di beri beban

-          Gantungkan beban ber massa 50 gr pada ujung pegas lainnya, ukur panjang pegas setelah di beri beban

-          Tarik beban sehingga pegas bergerak naik turun

-          Setelah stabil, hitung waktu banyaknya 10 getaran

-          Catatlah waktu pada tabel

-          Ulangi mengganti bebanm dengan massa 60 gr, 70 gr, 80 gr, dan 90 gr.

-          Hitung periode setiap massa berdasarkan hasil percobaan

-          Hitung periode setiap getaran dengan menggunakan rumus periode hitungan, rata-ratakan hasil kelima percobaan tersebut.

-          Bandingkan hasil rata-rata periode hasil percoban dengan paeriode yang mengunmakan rumus periode.

  1. VI.                                               Tabel Hasil Pengamatan
No. Massa (Kg) Waktu (t)( 10 get)s Periode (t/n) Periode Hitungan (T hit)

1

0,05

3,70

0,37

2,81

2

0,06

3,77

0,38

3,07

3

0,07

4,06

0,41

3,33

4

0,08

4,20

0,42

3,55

5

0,09

4,42

0,44

3,77

                                           Jumlah :

2,02

16,53

 

VII.     Lampiran Hitungan

  Terlampir

VIII.    Pembahasan

               Pembahasan

Untuk mencari periode yang diperlukan untuk melakukan 10 getaran dari pegas yang bergetar naik turun dipengaruhi oleh waktu yang digunakan untuk melakukan 10 getaran. Sedangkan untuk mencari nilai periode berdasarkan rumus    hal-hal yang mempengarugi besarnya nilai periode tersebut diantaranya adalah pertambahan panjang pegas seteka diberi beban dan massa beban yang digunakan.

Sebelum diberi beban, panjang pegas adalah 10 cm. Setelah diberi beban, panjang pegas bertambah sesuai massa yan dugantungkan pada pegas tersebut. Llau pegas diregangkan. Setelah ayunan atau getarannya seimbang, waktu untuk melakukan 10 getaran dihitung. Pertambahan panjang dan massa mempengaruhi nilai k yang akan digunakan untuk mencaru nilai periode hitungan.

  1. Pada percobaan pertama, pegas diberi beban 500 gram atau 0,05 kg.Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan 10 getaran adalah 3,70 s ( dengan pembulatan dua desimal). Panjang pegas bertambah menjadi 12 cm, sehingga pertambahan panjang pegas adalah 2 cm. Periode untuk 10 getran adalah 0,37 s ( dengan pembulatan dua desimal). Dengan mencari nilai k ( konstanta pegas) dari hasil mengalikan massa dengan percepatan gravitasi (9,8 ) dibagi pertambahan panjang pegas, maka nilai k = 0,25. Dengan adanya nilai k ini, maka periode hitungan dapat dicari dengan rumus   dan nilainya adalah 2,81 s ( dengan pembulatan dua desimal).
  2. Percobaan kedua menggunakan pegas yang diberi beban 600 gram atau 0,06 kg. Pertambahan panjang pegas adalah 2,3 cm. Waktu yang diperlukan untuk melakukan 10 getaran adalah 3,77 s( dengan pembulatan dua desimal). Periodenya adalah 0,38 s ( dengan pembulatan dua desimal).Sedangkan periode hasil hitung adalah 3,07 s ( dengan pembulatan dua desimal).
  3. Percobaan ketiga menggunakan pegas yang diberi beban 700 gram atau 0,07 kg. Pertambahan panjang pegas adalah 2,6 cm. karena waktu yang diperlukan untuk melakukan 10 getaran adalah 4,06 s, maka periodenya adalah 0,41 s ( dengan pembulatan dua desimal). Sedangkan nilai periode hitungan adalah 3,33 s ( dengan pembulatan dua desimal).
  4. Pada percobaan keempat, pegas yang diberi beban 800 gram atau 0,08 kg ini memerlukan waktu 4,20 s untuk melakuan 10 getaran, sehingga periodenya adalah 0,42 s      ( dengan pembulatan dua desimal). Sedangkan periode hitungan nilainya adalah 3,55 s           ( dengan pembulatan dua desimal).
  5. Percobaan kelima yang menggunakan pegas dengan beban 900 gram atau 0,09 kg ini memerlukan waktu 4,42 s untuk melakukan 10 getaran, sehungga periodenya adalah 0,44 s ( dengan pembulatan dua desimal). Periode hitungannya adalah 3,77 s ( dengan pembulatan dua desimal).

 

     Kesimpulan

Periode hasil praktek nilainya semakin besar karena waktu yang diperlukan untuk melakukan 10 getaran pun semakin besar. Begitu pula nilai periode hitungan, yang sebanding dengan 2π kali akar massa per akar konstanta pegas. Periode hasil praktek dan periode hasil hitungan nilainya berbeda karena keduanya di hitung dengan rumus yang berbeda. Tetapi keduanya sama-sama di pengaruhi oleh besarnya massa yang di gantungkan pada pegas, karena semakin besar nilai massa yang digunakan semakin lambat pula getaran yang terjadi.

 

 

LEMBAR PENGESAHAN

Mengetahui,

Dra.Sri Wryanti                                                                                   Lilis Kurniasih S.pd

Nip.19670508 199703 2 004                                                               Nip. 19641105 198903 2 006